Said Jenie dan Keinsinyuran Indonesia

Oleh NINOK LEKSONO, Kompas 16/7/2008
===============================

“Jangan pernah mengaku insinyur jika tidak punya kemampuan dan pengalaman merancang karya teknologi.” (Alm Said Djauharsjah Jenie, seperti dikenang Menneg Ristek Kusmayanto Kadiman, 11/7/2008)

Sosok Said Djauharsjah Jenie, Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), yang tutup usia pada Jumat (11/7), tak diragukan sarat dengan aura dan komitmen terhadap sains dan teknologi. Jenazahnya diterbangkan dari Bandung ke Yogyakarta dengan pesawat CN-235 yang dia ikut berperan dalam perancangannya. Komitmen diperlihatkan dengan memimpin BPPT dari Senin sampai Jumat, dan—seperti dikemukakan saudara kembarnya, Umar A Jenie, yang juga Ketua Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia— Sabtu kembali ke Institut Teknologi Bandung (ITB), tempat Said menjadi guru besar teknologi penerbangan, serta Minggu terlibat dalam masalah penerbangan di PT Dirgantara Indonesia (DI).

Lanjutkan membaca ‘Said Jenie dan Keinsinyuran Indonesia’

Obituari Kedirgantaraan : Said D Jenie, Tokoh Uji Terbang N-250, Tutup Usia

Sabtu, 12 Juli 2008 | 03:00 WIB

Said D. Jenie (sumber Kompas 12/7/2008)
Jakarta, Kompas – Said Djauharsjah Jenie, Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi atau BPPT yang juga merupakan salah satu tokoh penting penerbangan perdana pesawat N-250, Jumat (11/7) pukul 07.48, meninggal karena sakit jantung di RS Boromeus, Bandung.

Setelah disemayamkan di rumah duka di Bandung, jenazah Said, yang juga guru besar teknik penerbangan di Institut Teknologi Bandung (ITB), dibawa ke Yogyakarta untuk dimakamkan di Pemakaman Sewu Bantul, Sabtu pagi ini.

Selain keluarga dan kerabat, ikut hadir pula dalam acara penghormatan terakhir di Bandung Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Hatta Rajasa, Menteri Negara Riset dan Teknologi (Menneg Ristek) Kusmayanto Kadiman, Rektor ITB Prof Djoko Santoso, pimpinan BBPT, dan PT Dirgantara Indonesia (DI).

Said, yang lahir di Solo, 22 Agustus 1950, menggantikan Kusmayanto Kadiman sebagai Kepala BPPT pada April 2006, sedangkan sebelumnya menjabat sebagai Deputi Kepala BPPT Bidang Teknologi Industri Rancang Bangun dan Rekayasa.

Pada 10 Agustus 1995, Said Jenie menjadi Kepala Pusat Uji Terbang N-250. Saat itu ia mengawasi proses penerbangan perdana pesawat hasil rancang bangun insinyur Indonesia di menara pengontrol bersama mendiang Presiden Soeharto dan Menneg Ristek BJ Habibie.

Setelah lulus dari Jurusan Teknik Mesin ITB tahun 1969, Said melanjutkan studi di Massachusetts Institute of Technology, perguruan tinggi terkemuka di Amerika Serikat. Tahun 1978 Said meraih gelar master dalam bidang aeronotika dan astronotika serta selanjutnya meraih gelar doktor dalam bidang astrodinamika tahun 1982.

Selain memimpin BPPT, Said yang pernah meraih penghargaan ASEAN Engineering Awards tahun 1994 ini juga anggota Dewan Komisaris PT DI. Said bolak-balik Jakarta-Bandung karena masih mengajar dan membimbing mahasiswa di Jurusan Teknik Penerbangan ITB.

Mensesneg Hatta Rajasa mengatakan, semasa hidupnya, Said dikenal sebagai sosok ilmuwan yang tekun, khususnya di bidang kedirgantaraan. Wahana Benam (cikal bakal kapal selam) dan Rutav (pesawat tanpa awak) merupakan sedikit dari karyanya. Sementara, menurut Menneg Ristek Kusmayanto Kadiman, Said Jenie sangat disiplin dan sepenuh hati ketika mengajar. Ia menyampaikan teori secara lengkap dengan contoh nyata.

Deputi Kepala Bidang Teknologi Industri Rancang Bangun dan Rekayasa BPPT Surjatin Wiriadidjaja mengatakan, tantangan besar bagi BPPT untuk melanjutkan riset strategis pascameninggalnya Said.

Saudara kembar almarhum, yang juga Kepala LIPI, Umar Anggara Jenie, mengatakan, Said adalah sosok yang tak kenal menyerah dan berjasa besar bagi negara dan dunia. Selama setahun terakhir, Said banyak menyosialisasikan sistem jabatan fungsional perekayasa ke lembaga penelitian nondepartemen, seperti Lapan dan Bakosurtanal.

Bersama koleganya, Said menulis makalah ilmiah di bidang satelit dan juga kendaraan bawah air. Terakhir Said juga mengajukan definisi Bulan Baru ketika di masyarakat berlangsung perdebatan mengenai penentuan tanggal 1 Syawal 2007.

Agustus 2007 Said Jenie menerima anugerah Bintang Jasa Utama. Said, seperti dikutip Antara, meninggalkan seorang istri, Sadarijah Saraswati, dan tiga orang anak, yakni Maulana S Jenie, Asih Nurul Jenie, dan Gita Jenie. (jon/chen/nin/sin)

=========

dikutip dari Harian Kompas 12/7/2008

Adam Air Ditutup

Adam Air akhirnya resmi diberhentikan sebagai maskapai penerbangan Nasional. Berita ini memang mengejutkan karena adanya ketegasan dan keputusan penting setelah serangkaian kecelakaan Pesawat Adam Air secara kontinu terjadi sejak 2 tahun yang lalau. Puncaknya tentu saja jatuhnya Boeing 737 Adam Air di laut Majene yang menewaskan 96 orang penumpangnya. Lanjutkan membaca ‘Adam Air Ditutup’

Saya Bermimpi Jadi Dirut PT DI

Siang bolong gini saya mimpi jadi dirut PT DI. Terus terang saja, ini satu-satunya mimpi yang masih saya inget. Harap maklum pembaca, soale saya mimpi sambil melek. Jadi, bukan mimpi sambil tidur. Lanjutkan membaca ‘Saya Bermimpi Jadi Dirut PT DI’

Terbangnya burung-burung kedirgantaraan

Meskipun PT Dirgantara Indonesia tidak jadi pailit. Tapi nampaknya dalam jangka waktu cukup lama Indonesia akan kekurangan tenaga ahli kedirgantaran. Berita “yang tidak mengejutkan ini” dikabarkan oleh Harian Republika dalam tajuk menggetarkan sekaligus memprihatinkan yaitu “Kisah Pelarian Para Ahli Dirgantara“. Lanjutkan membaca ‘Terbangnya burung-burung kedirgantaraan’

Apa kabar?

Selamat membaca Dongeng Dirgantara Endonesia.

Blog ini khusus ngomongin segala hal tentang ke-dirgantara-an. Baik itu benda terbang buatan manusia seperti pesawat udara, balon udara, satelit, wahana ulak alik, dll, maupun berbagai hal tentang benda terbang bukan buatan manusia misalnya piring terbang, panci terbang,kuali waja terbang atau yang lainnya.

Kalau Anda suka unggas yang berkeliaran di langit seperti burung dara, burung garuda, burung kuntul, burung pipit, maupun jenis burung dan unggas lainnya, bisa juga di posting disini kisahnya.

Tidak terlarang juga mengulas layang-layang, parasut, sampai bendera yang berkibar-kibar di langit.

Bahkan kalau memang punya pengalaman mistis seperti menembus 7 langit boleh juga dituliskan disini.

Tidak lupa pula kalaupun Anda karyawan PT Dirgantara Indonesia atu mantan PT DI, punya nama “Dirgantara”, pernah sekolah yang berhubungan dengan masalah dirgantara dan ilmunya, maupun yang ada hubungannya dengan kedirgantaraan lainnya, silahkan ungkapkan gerundelan Anda di sini.

Tapi, perlu diingat blog ini TIDAK ada hubungannya sama sekali dengan PT Dirgantara Indonesia yang lagidirundung masalah itu.

Pendeknya situs ini bebas lah, yang penting berhubungan dengan “dirgantara” beserta 1001 macam dongengnya.

Blog DDE  ini terbuka bagi siapa saja yang berminat dalam masalah dan persoalan, informasi dan pengetahuan, yang ringan dan yang lucu yang berhubungan dengan Dongeng Dirgantara yang terjadi di Endonesia.