Meskipun PT Dirgantara Indonesia tidak jadi pailit. Tapi nampaknya dalam jangka waktu cukup lama Indonesia akan kekurangan tenaga ahli kedirgantaran. Berita “yang tidak mengejutkan ini” dikabarkan oleh Harian Republika dalam tajuk menggetarkan sekaligus memprihatinkan yaitu “Kisah Pelarian Para Ahli Dirgantara“.
Menurut berita tersebut “Pada 2010, bukannya tak mungkin Malaysia menyalip Indonesia dalam teknologi aerospace. Jika ditanya siapa tangan dingin yang turut melepaslandaskan teknologi penerbangan negeri jiran itu? Jawabnya, dalam kadar tertentu, adalah putra-putra Indonesia. Dan, semuanya dimulai dengan rontoknya Industri Pesawat Terbang Nusantara (IPTN), kini PT Dirgantara Indonesia (PT DI).”
Kasian benar NKRI ini disamping batik, tempe, dan lagu-lagu budayanya dibajak Malaysia, kini SDM-SDM yang tangguhnya juga dibajak. Nah, saya tidak tahu bagaimana kelak sikap Indonesia kalau nanti ternyata desain pesawat Malaysia mirip dengan produk-produk PT DI yang dulu sempat diperkenalkan publik. Apakah kita mau sewot juga ?
0 Tanggapan ke “Terbangnya burung-burung kedirgantaraan”